Dalam tulisan saya Jalur Berbahaya Menuju Gunung Bromo dan Semeru Lewat Malang menjelaskan bagaimana serunya menuju Gunung Bromo dan Semeru melewati jalur yang sempit, berkelok, licin, gelap, lebat, dan hanya diperkeras dengan pembetonan serta tanpa rambu-rambu sebagai penunjuk dan pemberitahuan. Apalagi penerangan jalan.
Dua tahun setelah tulisan tersebut, di jalur tersebut mulai dibenahi dan diperhalus dengan pengaspalan di beberapa titik. Terutama di jalur awal, yakni sebelum dan 4 km sesudah wilayah Coban Pelangi, di jalanan Desa Ngadas menuju Jemplang, serta jalur sesudah Jemplang menuju Ranu Pani.
Kini, empat tahun telah berlalu jalan atau jalur menuju Gunung Bromo dan Semeru semakin lebar dan halus. Bila empat tahun yang lalu lebar jalan hanya sekitar 4 m atau 5 m dengan bahu jalan, kini menjadi 5 m yang diaspal atau sekitar 6,5 m dengan bahu jalan. Selain itu juga dipasang rambu-rambu sebagai penunjuk arah serta pemberitahuan jalan menanjak atau menurun serta bahaya longsor.
Tentu saja peningkatan kualitas jalan semakin menambah jumlah kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo dan Gunung Semeru semakin meningkat. Bukan hanya itu, terpenting perputaran ekonomi masyarakat desa yang ada di daerah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru semakin pesat pula. Bila sebelum adanya peningkatan kualitas jalan, untuk menuju Malang dari Ranu Pani sekitar 2 jam kini bisa ditempuh 1,5 jam saja. Demikian juga dari Ngadisari ( Probolinggo ) yang melewati kaldera Bromo harus ditempuh 2°15¹ kini cukup 1°45¹ saja.
Desa Ngadas ( Malang ) dan Ranu Pani ( Lumajang ) yang dulu disebut desa terisolir karena sulitnya transportasi kini menjadi desa terbuka dan mudah dijangkau dalam segala cuaca.
Memang masih ada dua titik, masing-masing sejauh 3 km saja yang belum diaspal selain masih dibeton. Namun sudah dipasang rambu-rambu, berem, dan pagar sebagai tanda di kiri kanannya ada tebing atau jurang. Titik pertama, di awal perbatasan wilayah Tengger hingga tikungan maut 345° dengan kemiringan antara 30° - 45°. Saya menduga jalan ini sengaja tidak diperhalus dengan aspal agar para pengemudi lebih berhati-hati sebab selain tingkungan amat tajam juga langsung menghadap jurang lebih dari 200m. Siapa pun yang terperosok akan jatuh di dasar Coban Pelangi.
By : https://www.kompasiana.com/aremangadas
MOTOVLOG | Gunung Bromo Via Tumpang - Jemplang Jalanya Sudah Enak ternak puyuh | |
| 38 Likes | 38 Dislikes |
| 6,596 views views | 11.1K followers |
| Travel & Events | Upload TimePublished on 26 Mar 2018 |
Không có nhận xét nào:
Đăng nhận xét